kliping kesehatan lingkungan jadul

Posted on April 9, 2011. Filed under: mari baca |

Dimulai bangun tidur pukul 23:00 wib dan mencoba menambah kayu kepada kerak tengkorak kepala agar menjadi bahan bakar baru untuk mengghangatkan malam ini.
harddisk pun tercantap, maklum abis download hasil komputer lama yang sudah di jual sebentar kembali melihat dokumentasi dulu di kulaih kesehatan lingkungan ngak yangka sudah bisa ngetik walau katro juga dari kliping yang telah saya lakukan kalo ngak salah semeser 1 itu juga boleh nyontek maklumnya mahasiswa tempur nyamuk whatever…

semoga masih bermafaat untuk menghangatkan kamu yang membaca sampai dislokasi otak hehe..
ISPA

 Orang
Penyakit yang sebagian besar terdiri dari balita,anak – anak dan dewasa. Sebagian besar anak terserang infeksi saluran pernapasan penyakit ini lebih sering terjadi di daerah perkotaan dari pada di daerah pedesaan. Gejala yang paling umum di jumpai pada infeksi saluran pernapasan adalah batuk. Anak yang menderita batuk biasanya hanya menderita penyakit ringan seperti selesma/bronchitis. Akan tetapi, diantara mereka sebagian kecil adapula yang menderita penyakit berat seperti pneumonia.

 Tempat
Berada pada daerah yang polusi udaranya tinggi atau paparan debu, asap dan gas – gas kimiawai akibat kerja. Penyakit ispa pada dasarnya dapat diakibatkan oleh infeksi,virus,bakteri sehingga gejala yang paling umum pada infeksi saluran pernapasan adalah batuk

 Waktu
4 sampai 6 kali setahun.

 Pencegahan
Mencegah kebiasaan merokok, infeksi dan polusi udara.

 Cara Penanggulangan
1. Pemberian antibiotik kotrimoksasol, amoksisilin, dan doksisilin pada pasien eksaserbasi akut terbukti mempercepat penyembuhan dan membantu mempercepat kenaikan peak flow rate.
2. Terapi oksigen di berikan jika terdapat kegagalan pernapasan karma hiperkapnia dan berkurangnya sensitivitas terhadap Co2.
3. Fisioterapi membantu pasien untuk mengeluarkan sputum dengan baik.

 Rekomendasi
Penyakit saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) adalah penyakit yang disebabkan oleh timbulnya kebiasaan merokok, polusi udara, paparan debu, asap dan gas – gas kimiawi akibat kerja.. Penyakit ispa pada dasarnya dapat diakibatkan oleh infeksi,virus,bakteri sehingga gejala yang paling umum pada infeksi saluran pernapasan adalah batuk Pengidap infeksi saluran pernapasan akut ( ISPA ) yang menyerang gempa bumi di Alor, Nusa Tenggara Timur ( NTT ), total pasien menghidap ISPA yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Kalabhi 30 Orang.

ANTRAKS

 Orang
Dapat di derita oleh sispa saja, terjadi bila seseorang menyantap makanan atau daging yang tercemar bakteri. Pada antraks kulit, gejala di mulai dengan lesi yang khas berupa bintil kemerahan yang menimbulkan rasa gatal. Bintil kemudian berubah menjadi gelembung dan kematian jaringan, yang di tandai oleh perut hitam.

 Tempat
Berada pada Hewan – hewan ternak, yang telah terkena virus antraks dan yang nantinya akan di makan oleh manusia. Pneyakit ini bisa menulari manusia di kulit, pernapasan, dan pencernaan, gejalanya adalah nyeri perut, demam, dan daerah yang keracunan oleh zat yang di keluarkan bakteri tersebut.

 Waktu
Penyakit ini bisa menulari manusia manusia di kulit, pernapasan, dan pencernaan dengan masa inkubasi yang bervariasi, 2 – 7 hari.
 Pencegahan
Didaerah yang tertular, pencegahan hanya di lakukan pada hewan lewat vaksinasi.

 Cara Penanggulangan
Penobatan pada manusia dapat menggunakan antibiotika jenis pensilin yang selalu tersedia di setiap puskesmas.

 Rekomendasi
Dugaan kontanminasi antraks pada para korban keracunan di kabupaten bogor amatlah masuk akal. Selain kawasan tersebut memang endemis antraks, penyakit ini bisa menularimanusia di kulit pernapasandan pencernaan dengan masa inkubasi yang bervariasi 2- 7 hari, gejalanya adalah nyeri perut, demam dan darah yang keracunan oleh zat yang di keluarkan bakteri tersebut. Pada antraks kulit, gejala di mulai dengan lesi yang khas berupa bintil kemerahan yang menimbulkan rasa gatal. Bintil kemudian berubah menjadi gelembung dan kematian jaringan, yang di tandai oleh perut hitam

OESTEOPOROSIS

 Orang
Penyakit yang berhubungan pada usia lanjut, jenis kelamin wanita lebih sering. Penyakit ini disebabkan karena kurangnya kalsium didalam tulang sehingga menyebabkan tulang keropos.

 Tempat
Adanya nyeri pada sendi yang terkena, terutama pada waktu bergerak. Umumnya timbul pada secara perlahan – lahan, mula – mula rasa kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dengan istirahat.

 Waktu
Pada usia lebih dari 40 tahun atau pada usia lanjut

 Pencegahan
Sering latihan olahraga untuk mencegah terjadinyan osteoporosis dapat menggunakan semua olahraga, hanya bobotnya berbeda – beda.
1. Beban di depan : Manahan beban di depan badan dapat mambahayakan. Hal ini karena memberikan pembebanan pada tulang belakang yang dapat menyebabkan fraktur konperesi ( patah tulang karena penekanan
2. Latihan Otot – otot perut seperti crunch atau sit up sebaiknya di hindari karena dapat menyebabkan frektur kompresi
3. Latihan – latihan dengan fleksi ke depan ( membungkuk ) pada tulang – tulang punggung, misalnya membungkuk ke depan dari posisi duduk atau berdiri sebaiknya di hindari.
4. Latihan olah raga pada penderita osteoporosis sebaiknya tidak hanya latihan kekuatan untuk tilangnya saja, tetapi juga untuk memperbaiki pertimbangan, koordinasi dan kekuatan otot sehingga dapat memperkecil kemungkinan jatuh.
5. Pada waktu melakukan latihan – latihan beban sebaiknya sambil melakukan olahraga yang bergerak. Misalnya jangan melakukan olahraga jalan sambil membawa beban atau dipasang beban pada pergelangan tangan atau pergelangan kaki. Pada waktu melakukan latihan – latihan olahraga aerobic jangan menggunakan beban karena kemungkinan cedera menjadi lebih besar.

 Cara Penanggulangan
Tidak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simtomatik. Obat anti inflamasi non steroid ( OAINS ) bekerja hanya sebagai analgesik dan mengurangi peradangan, tidak mampu.

 Rekomendasi
Oesteoporosis di sebut juga penyakit sendi degeneratif atau arthritis hipertrofi. Penyakit ini merupakan penyakit kerusakan tulang rawansendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan usia lanjut. Secara klinis di tandai dengan nyeri, deformitasi, pembesaran sendi dan hambatan gerak pada sendi – sendi tangan dan sendi – sendi besar yang menanggung beban. Seringkali berhubungan dengan traumaatau mikro trauma yang berulang – ulang obesitas, stress oleh beban tubuh dan penyakit – penyakit sendi lainnya dan untuk mencegahnya yaitu dengan latihan olah raga untuk mencegah terjadinya osteoporosis.

TBC

 Orang
Penyakit TBC, penyakit yang di derita oleh anak – anak dan dewasa. Seseorang yang menderita batuk lama dan tidak mau sembuh. Seringkali disangka menderita tuberkulosis itu dimasa lalu pendapat ini ada benarnya,walaupun tidak selalu demikian,seperti akan terlihat dalam uraian selanjutnya. Umumnya keluhan yang sering dijumpai adalah batuk yang tidak mau sembuh walaupun sudah minum berbagai macam obat batuk dan antibiotika. Lebih lagi kalau gejala ini dijumpai dijumpai pada orang dewasa muda dengan riwayat adanya riwayat dengan penderita tuberculosis,terutama orang tuanya,harus dicurigai kemungkinan tuberculosis. Batuk pada umumnya tidak berdahak,batuk darah,gejala lain adalah tidak ada nafsu makan yang disertai penurunan berat badan,nyeri dada,sesak dapat timbul bergantung pada luasnya penyakit. Penderita takut sering mengeluh,takut kedinginan bila mandi.

 Tempat
Lingkungan rumah yang lembab dan baksil mudah berkembang.

 Waktu
Batuk lebih dari 4 minggu atau tanpa spulum malaise, gejala flu, demam derajat rendah, nyeri dada dan batuk darah.

 Pencegahan
Selain mengatasi dari faktor lingkungan, penderita juga harus meminimalkan peluang tertularnya baksil pada orang lain. Untuk meningkatkan ketahanan tubuh, di anjurkan masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung nilai gizi tinggi. Langkah itu penting karena penyakit tersebut sangat mudah menular.

 Cara Penanggulangan
Didalam program pemberantasan tuberkulosis paru umumnya hanya dipentingkan pemeriksaan bakteriologik,tetapi didalamnya klinik khususnya dibagian pulmonologi diagnosis tuberkulosis paru didasarkan atas gabungan ketiga cara pemeriksaan yaitu pemeriksaan fisik,bakteriologik dan pemeriksaan radiologik.Walaupun pemeriksaan bakteriologik hasilnya negatif,kita dapat membuat diagnosis tuberkulosis bila secara klinis dan radiologik menyokong kearah tuberkulosis.

1. Obat anti TB ( OAT ) harus di berikan dalam kombinasi sedikitnya 2 obat yang bersifat bakterisid dengan atau tanpa obat kesehatan. Tujuan pemberian OAT antara lain :
 Membuat koversi sputum BTA positif menjadi negative secepat mungkin melalui kegiatan bakterisid.
 Mencegah kekambuhan dalam tahun pertama setelah pengobatan dengan kegiatan sterilisasi.
 Menghilangkan atau mengurangi gejala dan lesi melalui perbaikan daya tahan imunologis.
Maka pengobatan TB di lakukan melalui 2 fase, yaitu :
a. Fase awal intensif, dengan kegiatan bakterisid untuk memusnahkan populasi kuman yang membelah dengan cepat.
b. Fse lanjutan, malalui sterilisasi kuman pada pengobatan jangka pendek atau kegiatan bakteriostatik pada pengobatan konvensional.

 Rekomendasi
TBC adalah penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat berfariasi, penyakit tersebut dapat mengakibatkan kematian jika penderita tahan mencapai tahapan kronis dalam waktu lama atau jika batuk yang di derita sampai mengakibatkan pembuluh darah pada paru – paru pecah. Pada TBC kronis, penyakit ini dapat merambah organ jantung. Jika telah berpengaruh terhadap jantung, dapat mengakibatkan sesak nafas. Didalam program pemberantasan tuberkulosis paru umumnya hanya dipentingkan pemeriksaan bakteriologik,tetapi didalamnya klinik khususnya dibagian pulmonologi diagnosis tuberkulosis paru didasarkan atas gabungan ketiga cara pemeriksaan yaitu pemeriksaan fisik,bakteriologik dan pemeriksaan radiologik.Walaupun pemeriksaan bakteriologik hasilnya negatif,kita dapat membuat diagnosis tuberkulosis bila secara klinis dan radiologik menyokong kearah tuberkulosis. Untuk meningkatkan ketahanan tubuh, di anjurkan masyarakat lebih banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung nilai gizi tinggi. Langkah itu penting karena penyakit tersebut sangat mudah menular.

DBD

o Orang
Penyakit yang terdapat pada anak – anak dan orang dewasa dengan gejala utama adalah penyakit demam panas yang disertai dengan adanya pendarahan yang keluar dari tubuh melalui lobang dubur, hidung atau adanya tanda – tanda perdarahan yang dapat terlihat di bawah kulit dalam dunia kedokteran di kenal dengan nama “Dengue” dan ada juga yang menyebutkan “Breakbone Fever”.

o Tempat
Hidup dalam rumah dan sekitarnya di tempat yang agak gelap, lembab dan hinggap pada benda – benda ( pakaian yang tergantung ). ,berkembang biak pada air jernih (bak mandi,tempayan,vas bunga,drum air,tangki penampungan air,Dll). Kita dapat mengenal nyamuk Aedes aegypti dari bentuk badannya yang kecil serta berwarna hitam berbintik – bintik putih.

o Waktu
Nyamuk Aedes Aegypti menggigit pada siang hari antara jam 07.00 – 17.00 WIB. Gambaran klinis amat berfariasi, dari yang ringan, sedang seperti DD, sampai ke DBD dengan menginfestasi demam akut, perdarahan,serta kecenderungan terjadi rejatan yang berakibat fatal. Masa inkubasi dengue antara 3 – 15 hari, rata – rata 5 – 8 hari.

o Pencegahan
Untuk mencegah wabah ini agar tidak meluas yang harus dilakukan adalah :
 Cara pertama adalah membunuh nyamuk baik dengan insektisida maupun ovitrap, yakni bak perangkap yang ditutup kasa. Penggunaan insektisida selain memerlukan uang dan berbahaya pada manusia, juga memicu munculnya nyamuk resisten. Isektisida hanya efektif untuk jangka pendek.
 Cara kedua adalah membuat nyamuk transgenik supaya tidak terinfeksi virus dengue. Jika nyamuk tidak bisa diinveksi oleh virus dengue, manusia juga tidak akan terinveksi virus dengue. Cara ini juga digunakan oleh beberapa penelitian untuk mengatasi masalah malaria. Namun, pengembangan masih perlu waktu puluhan tahun.
 Cara ketiga adalah pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup/menabur abate ditempat penampungan air, dan mengubur barang – barang bekas yang memungkinkan perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypty. Cara ini efektif dan aman untuk jangka panjang.
 Walaupun 3 M adalah cara yang mudah dilakukan dan tidak perlu biaya, kenyataannya cara ini tidak terlaksana dengan baik. Ini sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan rendahnya kesadaran masyarakat terahdap bahaya demam berdarah ini.

o Cara Penanggulangan
1. Darah pada DD terdapat leukopenia pada hari ke-2 atau hari ke-3. Pada DBD di jumpai trombositopenia dan hemokonsentrasi masa pembekuan masih normal, masa pendarahan biasanya memanjang, dapat ditemukan penurunan faktor II,V,VII dan XII pada pemeriksaan kimia darah tampak hipoproteinemia, hiponattrenia, hipokloremia,sgot, serum glutamik piruvat transaminase ( SGPT 0) ureum dan ph darah mungkin meningkat, reverse alkali menurun.
2. Air seni mungkin di temukan albuminuria ringan
3. Sumsum tulang, pada awal sakit biasanya hiposeluler, kemudian menjadi hiperseluler pada hari ke-5 dengan gangguan maturasi dan pada hari ke-10 sudah kembali normal untuk semua system.
4. Uji serologi
a. Uji serulogi memakai serum ganda yaitu serum diambil secara akut dan konvalesen, yaitu uji peningkatan komplemen ( PK ), uji netralisasi ( NT ) dan uji dengue blot. Pada uji ini dicari kenaikan anti body anti dengue sebanyak minimal 4 kali.
b. Uji serologi memakai serum tunggal, yaitu uji dengue blot yang mengukur anti bodi anti dengue tanpa memandang kelas bodinya, uji lgm anti dengue yang mengukur hanya anti bodi, anti dengue dari kelas lgm. Pada uji ini yang di cari adalah ada tidaknya atau titer tertentu anti bodi anti dengue.
5. Isolasi virus, yang diperiksa adalah darah pasien dan jaringan.

o Rekomendasi
Demam dengue adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak dan remaja dan dewasa dengan tanda – tanda klinis berupa demam, nyeri otot dan atau nyeri sendi yang di sertai leukopenia dengan atau tanpa ruam dan gangguan rasa mengecap trombosito penia ringan dan peteice spontan, untuk itu disiplin masyarakat meminimalisasi jumlah genangan air bersih dinilai lebih penting untuk mencegah terjadinya wabah. Walaupun 3 M adalah cara yang mudah dilakukan dan tidak perlu biaya, kenyataannya cara ini tidak terlaksana dengan baik. Ini sangat erat hubungannya dengan kebiasaan hidup bersih dan rendahnya kesadaran masyarakat terahdap bahaya demam berdarah ini Tanpa itu, ledakan serangan nyamik pembawa virus DBD tinggal menunggu waktu.

DIARE

o Orang
Penyakit Diare, penyakit yang terdapat pada orang dewasa pada bayi dan anak – anak. Diare merupakan penyebab penting angka kematian pada anak dinegara berkembang, kombinasi paparan lingkungan yang patogenik, diet yang tidak memadai, mainutrisi menunjang timbulnya kesakitan karena diare. Hal ini terjadi lebih dari 1 milyar episode diare tiap tahun dengan 2 sampai 3 % kemungkinan jatuh dalam keadaan dehidrasai.

o Tempat
Di daerah atau wilayah yang kesulitan air bersih atau penderita diare itu mengalami puncaknya pada musim pancaroba, yaitu pergantian musim kemarau ke musim hujan tahun ini.

o Waktu
Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat, dalam beberapa jam sampai 7 – 14 hari.

o Pencegahan
Meminta kepada dinas kesehatan untuk memberikan penyuluhan kepada khususnya dalam kebersihan lingkungan.

o Cara penanggulangan
Tes diagnostik
1. Pemeriksaan tinja
a) Markroskopis : warna feses biasanya dimulai warna coklat muda sampai kuning yang bercampur dengan lendir, darah atau pus yang mana konsistensi encer.
b) Mirkoskopis : jumlah sel epitel leukosit dan eritrosit meningkat.
c) Biarkan kuman untuk mencari kuman penyebab.
d) Tes resisten terhadap berbagai antibiotik.
e) PH feses : biasanya menurun yang menunjukkan keadaan feces yang asam.
f) Kadar gula diduga ada sugar intolerance.
2. Pemeriksaan darah
a) Darah lengkap
b) PH cadangan alkali dan elekrolit : untuk menentukan gangguan keseimbangan asam basa.
c) Duodenum inutubation : untuk mengetahui kuman penyebab secara kuantitatif dan kualitatif terutama pada diare kronik.

3. Penatalaksanaan Medis
1) Pemberian cairan pada pasien diare dengan memperhatikan derajat dehidrasinya dan keadaan umum:
a) Cairan per Oral.
Pada pasien dengan dehidrasi ringan dan sedang cairan di berikan per oral berupa cairan yang berisikan NaCL dan NaHCO3, KCL, dan glukosa. Untuk diare akut dan kolera pada anak di atas umur 6bulan kadar natrium 90 mEq/L. Pada anak di bawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan /sedang kadar natrium 50-60 mEq/L. Formula lengkapsering di sebut oralit.Cairan sederhana yang dapat di buat sendiri ( Formula tidak lengkap )hanya mengandung garam dan gula (NaCL dan sukrosa) ,ait tajin yang di beri garam dan gula, untuk pengobatan sementara dirumah sebelum di bawa ke rumah sebelum sebelum di bawa berobat ke rumah sakit / Pelayanan kesehatan untuk mencegah dehidrasi lebih jauh.
b) Cairan parenteral
DG: aa (1 bagin larutan darrow + 1 bagian glukosa 5%, RLg (1 bagian ringel lakat + bagian glukosa 5%), RL (Ringel lakat).
2) Cara Menberikan Cairan
a) Belum ada dehidrasi
 Per oral sebanyak anak mau minum (ad libitum) atau 1 gelas tiap defeksi
b) Dehidrasi ringan
 1 jam pertama : 25-50 ml/kg BB per oral ( intragastrik)
 Selanjutnya : 125 ml/kg BB / hsri ad libitum
c) Dehidrasi sedang
 1 jam pertama: 50-10 ml/kg BB per oral n/ intragastrik (sonde)
 Selanjutnya: 125 ml/kg BB/ hari ad libitum
d) Dehidrasi berat
 Untuk anak umur 1 bl – 2 th berat badan 3-10 kg :
1 jam pertama : 40 ml/kg BB/jam = 10 tetes/kg BB/menit (set infus berukuran 1 ml = 15 tetes) atau 13 tetes /kgBB/menit (set infus = 20 tetes).
7 jam berikutnya: 12 mlkgBB/jam = 3 tetes/kgBB/ menit (set infus 1ml = 15 tetes) atau 4 tetes/kg BB/menit (set infus 1 ml =20 tetes).
16 jam berikutnya : 125ml/kgBB oralit per oral atau intragastrik. Bila anak tidak mau minum, teruskan Dg intravena 2 tetes/kgBB/menit (set infus 1ml = 15 tetes) atau 3 tetes/kgBB/menit (set infus 1 ml = 20 tetes).

3. Pengobatan dietetic
1. Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan BB kurang dari 7 Kg.
Susu ( ASI atau formula yang mengandung laktosa rendah dan asam lemak tak jenuh, misalnya: LLM).
a) Makanan ½ padat ( bubur susu)/ makanan padat (nasi tim), bila anak tidak mau minum susu karena dirumah sudah biasa diberi makanan padat.
b) Susu khusus yaitu susu yang tidak mengandung laktosa / susu dengan asam lemak tak jenuh, sesuai dengan kelainan yang ditentukan.
2. Untuk anak diatas 1 tahun dengan BB lebih dari 7 Kg : makanan padat / makanan cair/ susu sesuai dengan kebiasaan makan dirumah.
4. Obat – obatan
Prinsip pengobatan diare adalah : menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan/tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa / karbohidrat lain ( gula, air tajin, tepung beras, dsb).
1. Obat anti sekresi : Klorpomazin (dosis : 0.5 mg/kg BB/hari).
2. Obat anti spasmolitik: pada umumnya obat anti spasmolitik, seperti: papaverin, ekstra beladona, opium, loperami, dsb tidak diperlukan untuk mengatasi diare akut.
3. Antibiotik
Pada umumnya antibiotik tidak diperlukan untuk mengatasai diare akut, kecuali jika penyebabnya jelas, seperti ( kolera, diberi tetra siklin 25 – 30 mg /kg BB/hari) Campylobacter, diberikan eritromisin, 40 – 50 mg/kg BB/hari.

o Rekomendasi
Infeksi saluran pencernaan makanan yang merupakan penyebab utama diare pada anak, meliputi infeksi internal sebagai berikut :
 Infeksi bakteri : Vibrio, E. Coli, Salmonella, Shigella Campylobacter, Yersinea, Aeromonas, dan sebagainya.
 Infeksi virus : Enteroirus (Virus Echo, Coxsakie, Polio Myelitis) Adenoirus, Roravirus dan lain-lain.
 Infeksi parasit : cacing (Ascaris, Trichuris, Oxyyuris, Strongyloides) protozoa (entamoeba histolytica, Glardia lambia, dicomonas hominis) jamur (candia albicans).
 Infeksi parenteral:
ialah infeksi diluar alat pencernaan makanan seperti : Otitis Media Akut (OMA), tonsilitis / tonsilofaringitis, broncopneumonia, ansefalitis dan sebagainya, keadaan ini terutama terdapat bayi dan anak berumur di bawah 2 tahun.
1) Faktor Malabsorbsi.
a). Malabsorbsi karbohidrat, disakarida (intoleransi laktosa, maltosa dan sukrosa); monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa).
b). Malabsorbsi lemak.
c). Malabsorbsi protein.
2) Faktor makanan
Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan.
3) Faktor Psiklologis
Rasa takut dan cemas ( Jarang, tetapi dapat terjadi pada anak yang lebih besar).Diare adalah buang air besar ( defekasi ) dengan jumlah tinja lebih banyak dari biasanya ( normal 100 – 200 ml Per jam tinja ) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair ( setengah padat ), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat. Menurut WHO ( 1980 ), Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Diare di bagi 2 berdasarkan mula dan lamanya, yaitu diare akut dan diare kronik. Warga kampung kubang kemiri RT 05, RW 02 kelurahan sukawana. Serangan diare terjadi ketika warga kesulitan mendapatkan air bersih sejak dilanda kekeringan pada musim kemarau. Bila terserang diare langkah yang harus dilakukan adalah banyak mengkonsumsi cairan dengan meminum – minuman air putih sebanyak – banyaknya. Prinsip pengobatan diare adalah : menggantikan cairan yang hilang melalui tinja dengan/tanpa muntah, dengan cairan yang mengandung elektrolit dan glukosa / karbohidrat lain ( gula, air tajin, tepung beras, dsb).
1. Obat anti sekresi : Klorpomazin (dosis : 0.5 mg/kg BB/hari).
2. Obat anti spasmolitik: pada umumnya obat anti spasmolitik, seperti: papaverin, ekstra beladona, opium, loperami, dsb tidak diperlukan untuk mengatasi diare akut.
3. Antibiotik
Pada umumnya antibiotik tidak diperlukan untuk mengatasai diare akut, kecuali jika penyebabnya jelas, seperti ( kolera, diberi tetra siklin 25 – 30 mg /kg BB/hari) Campylobacter, diberikan eritromisin, 40 – 50 mg/kg BB/hari.


MALARIA

o Orang
Penyakit yang terdapat pada anak – anak dan dewasa penyakit yang dapat bersifat akut dan kronis, disebabkan oleh protozoa genus plasmodium ditandai dengan demam, anemia, dan splenomegal. Terjadinya penyakit malaria adalah melalui gigitan nyamuk Anopheles, dengan akibatnya masuknya salah satu dari 4 macam parasit malaria tersebut, yaitu Plasmodium vivax, Plasmodium malariae, Plasmodium falciparum, dan Plasmodium ovale kedalam darah penderita. Tiap – tiap parasit tersebut menimbulkan gejala – gejala tersendiri pula, yaitu malaria tertiana, malaria Quartana , dan malaria tropika.

o Tempat
Tempat perindukan vektor malaria di tempat yang kotor atau kumuh.

o Waktu
Serangan pertama dapat berlangsung selama 2 bulan atau lebih, jika tidak diobati maka infeksi dapat berlangsung sangat lama.

o Pencegahan
Untuk mencegah wabah ini agar tidak meluas maka yang harus di lakukan adalah membersihkan tempat – tempat yang kotor atau di beri vaksin, karena vaksin memicu tubuh membentuk anti bodi dan sel darah putih yang dapat mencegah sporozoit hidup dan berkembang di hati.

o Cara Penanggulangan
Pada pasien dalam keadaan koma dan muntah hebat pengobatan enteral harus segera di berikan meskipun pemberian awal peroral jauh lebih aman bagi anak – anak. Obat yang di berikan adalah:
1) Kina
Cara pemberian
a. Infus : 5 – 10 mg/kg BB dalam 20 – 30 ml garam fisiologis diberikan selama 2-4 jam
b. Intra muscular : Syarat pemberian sama dengan dewasa dosis tunggal maksimal : 15 mg/kg BB.
2) Klorokuin
Cara pemberian
a. Intravena : dosis pertama 5 mg/kg BB dalam larutan isotonus 20 ml, di suntikan selama 10 – 15 menit.
b. Infus : 7 mg/kg BB di berikan secara terus menerus selama 24 jam.

o Rekomendasi
Malaria vivaks prognosis biasanya baik tidak menyebabkan kematian. Jika tidak mendapat pengobatan, serangan pertama dapat berlangsung selama 2 bulan / lebih jika tidak di obati maka infeksi dapat berlangsung sangat lama. Malaria ovale dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. Malaria falsiparum dapat menimbulkan komplikasi yang menyebabkan kematian vaksin yang di beri kode RTS,S/AS02A tersebut telah digunakan untuk melindungi 2.022 anak berusia 1-4 th dinegara yang malarianya merajalela itu ternyata hasilnya menggembirakan. Risiko anak – anak terkena malaria yang parah turun hingga 58%.

MUNTABER

o Orang
Penyakit muntaber, penyakit yang terdapat pada anak – anak dan dewasa

o Tempat
Yang menjadi kemungkinan tempat bagi virus muntaber adalah makanan dan minuman yang sudah rusak maka penting sekali pengertian secara umum diketahui dan dianjurkan pada masyarakat tentang kesehatan.

o Waktu
Masa tunas yang berlangsung pada kuman kolera pada makanan adalah antara 1 dan 5 hari, maka timbulnya gejala muntah, dan berak sehingga cairan dan elektrolit dari dalam tubuh banyak dikeluarkan sehingga penderita mengalami kekeringan dan segera jatuh ke dalam syok.

o Pencegahan
Terhadap penyakit ini adalah vaksinasi dan juga pengisolasian penderita semua makanan dan minuman harus di masak lebih dahulu.

o Cara Penanggulangan
Pemberian cairan dan elektrolit juga perlu diberikan antibiotik untuk pembunuh kuman juga untuk memperpendek masa waktu sakit, dan mengurangi jumlah cairan yang luar biasa.

o Rekomendasi
Korban wabah muntaber di kota solok dan kabupaten solok Sumatra barat, bertambah tujuh orang, diduga penyebab muntaber karena mengkonsumsi makanan di pasar yang belum matang atau masih mentah.

HEPATITIS C

o Orang
Dari faktor manusia diketahui berdasarkan data bahwa orang dewasa lah yang menjadi “population” Hepatitis C. Paling banyak pada usia 31-50 tahun. Di Indonesia sendiri penderita Virus Hepatitis C ( VHC ) cukup banyak, sekitar 5-7,5 juta penderita Hepatitis C di perkirakan 7,2 juta atau sekitar 4% dari 180 juta penduduk Indonesia terinveksi virus Hepatitis C ( VHC ), yang sebagian besar ditularkan melalui transfuse darah. Dari 80% hasil transfuse darah yang sudah dinyatakan bebas virus Hepatitis C ( VHC ), hamper 90% mengandung virus Hepatitis C jika tidak diwaspadai, pada masa mendatang diduga prevalensi infeksi virus ini terus meningkat.

o Tempat
Biasanya di lakukan ditempat – tempat umum seperti: Bisa terjadi dirumah sakit, praktek gigi, bisa melalui tranfusi darah, dan tempat – tempat pemotongan rambut. Bahkan ada juga di lakukan di tempat – tempat tertutup seperti halnya penyuntikan obat – obatan terlarang, menindik, dan menato tubuhnya secara permanen.

o Waktu
Aktifitas yang di lakukan oleh si penderita Hepatitis C bisa kapan saja. Mungkin pada saat si penderita berobat ke rumah sakit atau akan memeriksakan giginya dengan menggunakan jarum suntik yang tidak steril atau ada yang terluka. Bisa juga dengan cara penyuntikan obat – obatan terlarang dari si penderita yang satu ke korban yang selanjutnya dengan menggunakan pemakaian jarum suntik yang bersama – sama.

o Pencegahan
Pencegahan penyakit Hepatitis C sampai sekarang belum ada. Tetapi pengobatan terhadap mereka yang terinveksi virus Hepatitis C di lakukan dengan INTERFERON. Namum pemberiannya harus dilakukan secepatnya, setelah serangan akut. Agar hasilnya lebih baik, pemberian interferon pada mereka yang terinfeksi virus Hepatitis C di harapkan dapat menghambat masuknya virus ke dalam hepatosit ( sel – sel hati ) dan menghalangi proses repliklasi virus. Dengan demikian proses ke arah sirosis hati dan karsinoma ( Kanker ) hati dapat di cegah. Cara penularannya dan perbedaan biasanya cara penularan Hepatitis C adalah melalui suntikan. Karena itu untuk mengurangi insideninfeksi Hepatitis C ini , seyogyanya perlu dipikirkan cara – cara Screening terhadap donor untuk trnsfusi darah. Yang menjadi masalah diIndonesia sekarang, untuk melakukan screening guna untuk mengetahui hepatitis itu sangat mahal. Jika obat – obatan berbahan kimia sintesa kerap mengandung resiko, ada alternative lain untuk memenuhi pelayanan kesehatan, yakni obat – obatan dari bahan alami. Sekarang ini, hamper semua Negara – Negara maju cenderung mengembangkan obat – obatan alam.

o Cara Penanggulangan
Penanggulangan valsin untuk Hepatitis C belum ada. Meskipun demikian kita tidak perlu cemas, Dengan mengenal virus dan gejala yang di timbulkannya, barang kali akan membuat kita semakin waspada terhadap Hepatitis C. Sampai saat kita baru pada taraf penelitian. Akan banyak Hal – hal baru yang muncul nantinya.
Untuk menganggulangi virus Hepatitis C perlu di hindari nantinya :
 Tangan yang kotor dan kebiasaan makan yang buruk sangat membantu cepatnya penularan virus.
 Luka kecil saja pada kulit bisa menimbulkan VHC.
 Tusukan jarum yang tercemar seperti pada transfuse darah.
 Hindari pembuatan Tatoo.
 Hindari tindik telinga
 Hindari tusuk jarum suntikan intravena yang merupakan transfuse penularan.
 Hindari penggunaan alat kedokteran yang tercemar seperti perawatan gigi yang tidak steril.
 Hindari Penggunaan alat cukur secara bersamaan, penggunaan sisir dan penggunaan handuk secara bersamaan
 Hindari kebebasan seksul serta tata cara hidup homo seksual yang berupa hubungan secara oral maupun anal.

o Rekomendasi
Secara 85 % kasus Hepatitis C tidak menampakan gejala. Bahkan, dari seluruh pasien yang di jumpai, hanya sekitar 15% yang menimbulkan gejala demam, badan lemas, mual – mual, dan nyeri perut pada bagian kanan atas. Gejala lain yang dijumpai adalah kencing berwarna kuning keruh seperti air teh dan mata menjadi kuning. Karena kadang – kadang tidak menunjukan gejala, banyak orang tak mewaspadai penyakit bahaya ini. Namum menurut buku yang say abaca “ TERAPI HEPATITIS “ yang di karang oleh Elizabeth Tara, MD dan Eddy Soetrisno. Bentuk Hepatitis tidak hanya A,B,C tetapi virusnya sudah sampai D serta E. Walaupun virus lain. Virus Hepatitis C ( VHC ) tergolong dalam keluarga Flavividae. Virus ini termasu virus RNA, dengan ukuran 30 – 60nm. Apabila virus ini di suntikkan ke dalam tubuh binatang yang peka akan terjadi perubahan intrastruktural yang khas dari sel – sel mati menjadi bentuk tubuler. Namun perubahan ini belum bisa di pastikan apakah di sebabkan oleh virus tersebut. Virus Hepatitis C ini mempunyai gambaran klinis sebagai berikut :
 Masa inkubasi rata – rata 7- 8 minggu.
 Gejala : Lemas, mual diikuti kuning seluruh tubuh dan sering menjadi baik kembali. Kemungkinan kuning hanya 25% dari penderita.
 Kira – kira 50 % menjadi carrier dan merupakan penyebab utama hepatitis kronis.
 Satu sampai 2% penderita dapat mengalami kematian meskipun tanpa kompliklasi. Bila disertai kompliklasi angka ini bisa menambah.

mohon dimaafkan kalo sudah teorinya dan salah dalam menganalisis
yeehahaha…..menunggu pagi yang menabjukan.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

5 Responses to “kliping kesehatan lingkungan jadul”

RSS Feed for oeqi Comments RSS Feed

wah ini Sanitasi banget yach, Mas tapi kalo jadi orang sanitarian di Indonesia kenapa di pandang sebeah mata yach, dibedain dengan Profesi yang lainnya di bidang Kesehatan..?

Apakah Sanitasi di Indonesia itu sudah mapan untuk Impementasinya..???

Dan bagaimana kalau Sanitasi di Indonesia sama di Luar Negeri..?? (terutama negara berkembang dan negara maju)..??

masa sich mas…..
ngak juga kok. insya allah akan lebih baik.,
karena siapa sih yang ngak mau lebih baik lagi…hehehe. just standing on the giant atau apapun yang nambah pembelajaran baru.

masalah mapan atau implementasi di negara maju. wah kebetulan saya masih belum keluar negeri mas. jadi belum bisa kasih informasi

tapi kalo boleh pendapat mungkin permasalahan sanitasi akan selalu ada untuk di selesaikan seiring adaptasi dari host di dalam lingkungan seperti tugas kuliah ADKL (analisis dampak kesehatan lingkungan diatas)

Klipin apa curhat, Kesling mana Mas..? wkwkwk

Aduh Mas Uqi/Plengo ini bener-bener yach.
coba deh cikodot ini yach mas Uqi
BUTIK BUSANA MUSLIMAH INDONESIA MODERN
butik busana muslimah

Mas, infonya tentang Sanitarian di kota-kota besar dengan di daerah pedesaan atau perkampungan itu susahan mana..? Karena setahu saya yang namanya do kota-kota besar itu 1000 macam persoalan untuk mengatasi Sanitasi di kota-kota besar, sebab kenapa semua terbentur oleh berbagai kepentingan (tersandera), tidak mempunyai tujuan 1 suara.

Mohon pencerahannya Mas.
Wasalam


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 76 other followers

%d bloggers like this: