Kabar Gembira Bagi Orang-Orang Yang Beriman

“Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.

(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan.”
Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya.”

Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.

Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan.” (Az-Zukhruf : 68 – 73)

Firman Allah Tabaraka wa Ta’ala, “Hai hamba – hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati.” Kemudian Allah menyampaikan berita gembira buat mereka, firman-Nya, “(Yaitu) ) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri.” Yaitu beriman hati dan batin mereka, serta patuh kepada syariat Allah seluruh anggota tubuh dan lahir mereka.

Al-Mu’tamir bin Sulaiman meriwayatkan dari ayahnya, “Apabila Hari Kiamat telah tiba, maka di saat semua orang dibangkitkan tak seorang pun dari mereka melainkan merasa sangat takut. Nah, ketika itulah terdengar seruan mengumumkan, “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekhawatiran terhadapmu pada hari ini dan tidak pula kamu bersedih hati”. Sehingga semua orang pun mengharapkannya, lalu seruan pun dilanjutkan, “(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan adalah mereka dahulu orang-orang yang berserah diri”.

Maka, orang – orang jadi kecewa kecuali orang – orang yang beriman. “Masuklah kamu ke dalam surga.” Dikatakan kepada mereka, Masuklah kamu ke dalam surga! “kamu dan isteri-isteri kamu,” yakni pasangan – pasangan kamu. “Digembirakanlah.” Dibuat senang dan bahagia. Telah dijelaskan penafsirannya sebelumnya pada surat Ar-Rum. “Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas,” yaitu wadah – wadah makanan, “dan piala-piala,” yaitu wadah – wadah tempat minum dari emas yang tidak mempunyai belalai dan penutup. “Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata.” Maksudnya, sedap rasa dan harum aromanya serta bagus tampilannya.

Abdurrazaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Penghuni surga yang paling rendah tempat tinggal dan derajatnya yaitu orang yang tak akan masuk surga lagi sesudahnya seorang pun, diluaskan pandangannya dalam jarak seratus tahun perjalanan, dalam istana – istana dari emas dan kemah – kemah dari mutiara. Tidak ada padanya tempat selebar satu jengkal pun melainkan diisi dan ditempatkan sebanyak tujuh puluh ribu piring dari emas, yang tiada satu piring darinya melainkan memiliki warna yang tidak terdapat pada yang lain sepertinya. Seleranya pada yang terakhir sama dengan seleranya pada yang pertama. Seandainya diturunkan kepada seluruh penghuni bumi, pasti akan cukup buat mereka dari apa yang diberikan itu tidak berkurang sedikit pun dari apa yang didatangkan.”

Firman Allah Ta’ala, “Dan kamu di dalamnya,” yakni surga, “kekal” tidak akan keluar dan tidak ada keinginan untuk berpindah darinya. Kemudian dikatakan kepada mereka, “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” Yakni berbagai amal – amal saleh kamu yang telah menjadi sebab meratanya rahmat Allah kepada kamu. Sebab, amal seseorang itu tak akan dapat memasukkanya ke surga, tapi rahmat dan karunia Allah Ta’ala jualah yang memasukkannya. Berbagai amal saleh hanya akan menentukan berbagai perbedaan derajat dan tingkatan.

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap penghuni neraka melihat tempatnya di surga sehingga hal itu menjadi penyesalan baginya. Ia berkata, “Seandainya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang – orang yang bertakwa.” Begitu pula setiap penghuni surga melihat tempatnya di neraka, maka ia berucap, ‘Dan kami sekali – sekali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk,” sehingga hal itu menjadi kesyukuran baginya.”

Selanjutnya firman Allah Ta’ala, “Di dalam surga itu ada buah – buahan yang banyak untukmu,” dari segala jenisnya, “yang sebagiannya kamu makan,” apa pun yang kamu pilih dan kamu inginkan. Setelah menyebutkan makanan dan minuman, Allah pun mengiringinya dengan menyebut buah – buahan, supaya lengkaplah nikmat dan kesenangan. Wallalahu a’lam.

sumber :
((Al-Qalmuni, Syaikh Abu Dzar. Dunia Neraka & Surga dalam Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta Timur : Pustaka Al-Kautsar, 2006) : “wirawan” ))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s