air terjun 7 tingkat

Tak terasa seminggu mengisi liburan satu hari dilanjut libur pilkada telah berakhir namun belum tercatat bagaimana menunggang motor roda dua, dilanjut sedikit memanjakan kaki dengan menyentuh tanah coklat berteman tergenangan air karena dekatnya jalan setapak pada aliran sungai menuju air terjun..seperti yang orang-orang bilang “Menarik bukan”. Rencana selalu iseng.com yang dimulai karena ada jadwal kosong lalu tralala…pertanyaan pertama yang muncul yakni “kemana nih… ?” yang sebelumnya berupa obrolan ringan tentang iklan merek rokok yang bertualang nusantara, sesekali iklan menunjukan air terjun yang tinggi. sekira tebakan awal di daerah riau, loh.. ternyata di area Sumatra utara, Salah tapi ngak apa-apa yang penting judulnya sama air terjun hehehe…yuks marie menuju ke air terjun 7 tingkat.

Perjalanan dimulai pukul 8:00 cahaya pagi wib dari jl soekarno –hatta kota pekanbaru menuju wilayah timur pulau Sumatra ini..hehe.. sok banget dagh, Cuma pindah kota saja yakni menuju kabupaten saja arah jalur lintas arah lipat kain. selama diperjalan menggunakan motor pinjaman, berselimut suasana jalan sejuk sedikit mendung dan rintik hujan kecil mulai turun namun tak berlangsung lama. kembali ke jalan kami bergelut dengan beberapa lubang dan jembatan dalam perbaikan sehingga memaksa untuk menenangkan laju kecepatan yang sebelumnya dalam kecepatan + 70 km/jam. sepanjang rute cukup meneduhkan pandangan diantara ladang sawit yang mau tumbuh dan sesekali kota kecil terlewati bersaing truk yang mesra saling bergandengan sepanjang jalan dengan porsi muatan yang besar mengangkut hasil kebun daerah setempat bersaing dalam sempitnya luas jalan kemudian menyalip untuk cepat sampai tujuan.

Tidak kurang perjalanan sudah 2 jam dalam jalan yang lurus mendekati jalan berliku bukit. pasukan pemburu liburan dihadang hujan besar, tidak menggemparkan niat kami dan putaran mesin motor karena selalu ada alasan buat makan apalagi sarapan “apapun makanannya hehehe.. banting setir ke kiri kemudian berteduh dalam hangatnya nasi goreng di ruko pinggir jalan kemudian tit……_sensor_ hehe… ngak” ada apa-apa, hanya untuk mengelakan nafas buat penulis sambil nonton HBO sebentar diruang bawah mess. Lanjut cerita, tanpa tersadar hujan pun mulai hentikan airnya yang turun dan menyulap semua nasi goreng berpindah tempat mengisi perut dari masing-masing pemburu liburan “sempurna” (demian) Siap berestapet. Tidak kurang dari 30 menit berlangsung Sampai di sebuah pertigaan besar jalan lintas tim mengarahkan motor memasuki hamparan desa tanjung belit kecamatan Kampar kiri dengan suasana desa kecil dengan pembangunan infrastruktur jalan dengan hot mix, salut rasanya ada pembangunan pemerintah mencapai bagian desa kecil untuk membangun perekonomiannya kelak sehingga berulang kali rute berupa batuan kecil program pembangun jalan tersebut harus kami lewati, cipratan tanah coklat hinggapi helm dan jaket terdokumentasikan dalam liputan kecil berupa video perjalanan sayang tidak bisa ditampilkan karena butuh ijin internasional.

Banyak sekali persimpangan pertigaan jalan yang membuat bingung sehingga mewajibkan kami bertanya arah tujuan pada penduduk setempat sejalan merenggangkan otot paha yang kram” dan jok motor untuk mengambil nafas. berselang 30 menit kemudian, tim melewati jembatan besar antara pojokan lereng dari bukit dan sungai yang melintas sampailah pada jalan ukuran motor berupa hot mix yang menuju sebuah desa dengan halaman rumah-rumah beralasakan rumput tebal hijau sedikit berembun dihantui keluarga sapi, kambing, kerbau yang asyik bertamasya dan lapangan bola di tengah desa sebagai simbol pemersatu keakraban masyarakat ‘benar-benar liburan , Tepat di ujung jalan desa terdapat sebuah rumah putih petani buah rambutan, kami pun menitipkan dengan niat membayar jasa parkir untuk meneruskan perjalanan selanjutnya dengan berjalan kaki.

Kamera on. Memulai perjalan jalan setapak sambil mengambil gambar keindahan dalam kamera pocket ow..jalan tidak berbatu lagi,.. kakipun menjadi kaku karena posisi salah kostum memakai sepatu KET”s heheh..apalah sebutannya.. sesekali merambat pada licinnya tanah dan genangan air diantara semak belukar dan pepohonan besar yang mengintip, seakan menyapa membuat sepatu berwarna putih berubah menjadi coklat. karena kami tidak membawa persiapan obat penangkal hujan sehingga gelisah muncul seraya sambil berdoa hari ini agar tidak hujan deras. Mantab sms terkirim”..OKs..oks..di acc juragan yakni ditunjukan pada laba-laba yang berupaya membuat jaringnya sebagai pertanda bahwa isi alam mengetahui hari ini tidak akan turun hujan, terhapuslah rasa khawatir.

Disepanjang jalur kasihannya beberapa bunga tidak terlihat bermekaran, sangat disayangkan memang hanya beberapa manisnya buah arendong sebagai pelepas kangen terlihat temani jalan setapak menutupi parit-parit air kecil membuat curam tanah jalan setapak hingga jurng kecil. agar perjalanan tetap aman pada parit kecil yang bertahtahkan jembatan berupa sebatang kayu besar serta tidak memaksakan keahlian tim modeling berjalan sehingga kami melipir melalui bagian bawah batang kayu jembatan. Berselang + 1 jam perjalanan sampai mendekati sungai, jalur sedikit menanjak bukit dan kembali turun menuju aliran sungai, tidak jauh melangkah perlahan menyelusuri aliran sungai tampak air terjun sebagai tempat tujuan. Akhir kata Bukan tujuannya yang membuat menarik namun waktu membuat semua ini proses belajar, Silakan menikmati siluet salah satu model amatir dan air terjun 7 tingkat yang tampak kecil. Hehe..nulis sambil denger lagu netral *lagu rindu*. mohon masukan tulisannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s